Solekng Dayak Kanayatn

Solekng Dayak Kanayatn

Solekng Dayak Kanayatn

Bentuk Solekng

Solekng merupakan alat musik tiup berlubang enam yang digunakan dengan cara ditiup (suling). Solekng termasuk instrumen jenis Aerophone atau golongan alat musik yang sumber bunyinya disebabkan oleh sirkulasi udara. Solekng tidak digunakan dalam upacarasecara khusus, terkecuali dalam uapcara adat Naik Dango (pesta penen padi Dayak Kanayatn). Kebanyakan Solekng Dayak Kanayatn digunakan untuk mengiring lagu, seperti dalam ansambel Jonggan. Cara memainkannya ditiup sambil menempelkan bibir pada lubang tiup, sedang jari-jari kedua tangan digunakan untuk membuka dan menutup lubang nada.

Solekng Maniamas

Solekng atau suling dalam tradisi musik Dayak Kanayatn dibagai menjadi dua jenis, yaitu Solekng Maniamas dan Solekng Sabak. Solekng Maniamas adalah suling yang buku’ (ruas) atau bagian pangkalnya diraut dan diperkecil untuk membuat lubang tiup. Bagian pangkal diberi bambu tipis melingkar sesuai dengan lingkar pangkal Solekng dan besar lubang tiup. Alat musik jenis ini sering disebut dengan Solekng vertikal.

Solekng Sabak

Solekng Sabak adalah sebuah suling bambu yang pada pangkal dan ujungnya tidak memiliki buku’ seperti yang terdapat pada suling Maniamas. Lubang tiup instrumen ini terletak dibagian belakang dekat pangkal, sejajar dengan lubang nada. Bagian dalam belakang diberi sumpal (penyumbat) yang biasanya terbuat dari karet bundar untuk menahan sirkulasi angin agar tidak keluar.

Solekng Sabak atau suling horizontal berukuran panjang 40 cm sampai 45 cm dan berdiameter 2,5 cm sampai 3 cm. Suling ini berfungsi sebagai pembawa melodi pokok lagu pada bagian intro, interlude, dan setiap bagian akhir dari setiap kalimat lagu secara pengulangan (coda). Instrumen Solekng dapat dibawakan sebagai ansambel melodi tunggal tanpa iringan vokal, namun penggunaannya kebanyakan digunakan dalam ensmabel musik iringan lagu dan musik tari.

Mau beli alat musik Kalimantan?
LIHAT ALAT MUSIK DAYAK
LIHAT ALAT MUSIK MELAYU
Hubungi Admin: 0898 8566 886.
Mbah Dinan

Saya Ferdinan, S.Sn. dipanggil Mbah Dinan. Saya komposer dan peneliti independen budaya musik Dayak kalimantan Barat. Bekerja di Taman Budaya Kalbar dan masih aktif memberi pelatihan seni musik pada komunitas dan instansi pemerintah di Kalimatan Barat.

Posting Komentar

Tinggalkan komentar anda

Lebih baru Lebih lama