Pemimpin Pengkhianat Skip to main content

Pemimpin Pengkhianat


Wahai ibu, jika kamu rakyat Indonesia, maka menjeritlah, Karena hak kamu untuk menjerit melihat dan merasakan beras mahal. Sementara bapak tidak bisa berbuat apa-apa, Hanya diam membisu sambil merutuki nasib. Melihat anak-anaknya kelaparan dan tidur dalam rintihan.

Setiap hari kita dengar tetangga mencaci maki penyesalan. Mereka saling bercerita. Kasak kusuk saling menggunjing, karena ketidak-mampuan mereka membeli beras. Dan… tidak sedikit cibiran yang kita terima ketika para pejabat berkunjung dan pura-pura prihatin dengan nasib kita.

Wahai ibu, kami yakin kamu kuat, karena beban ini sudah kita rasakan sepuluh tahun. Tidak jarang aku melihatmu terseok dalam kebingungan. Sementara bapak mulai gila dengan perjudian nasib diatap rumah konglomerat. Dia menangis sambil berkisah pada kebisuan malam.

Wahai ibu, saya hanya menitipkan satu hal. Sebenarnya yang kita tangisi dan teriakkan Bukanlah masalah beras mahal. Tapi kita menangisi pengkhianatan orang yang kita percaya, yang kita titipkan uang untuk membangun negera ini, Namun dimakan untuk kekayaannya sendiri. 

Kita tidak menangisi harga bahan pokok perlahan melonjak. Kita juga tidak menangisi apa yang kita perjuangkan. Namun kita terluka karena pengkhianatan. Ambisi keserakahan menutup hati dan pikiran pemimpin kita. Sehingga mereka tidak perduli walau kita mati dalam kelaparan.

Wahai ibu, saya titip pesan. Jika nanti malam kamu dengar banyak kentongan dipukul. Suara ribut masyarakat kampung. Lalu kamu lihat ada yang tergeletak diantara kerumunan. Itulah perlawanan akan matinya hati pemimpin kita.

Kita dipaksa mencuri karena keadaan
Hanya dengan satu alasan
Tidak ada yang bisa diharapkan dari pemimpin pengkhianat

Pontianak, 28 Februari 2024
Mau beli alat musik Kalimantan?
LIHAT ALAT MUSIK DAYAK
Hubungi Admin: 0811 5686 886.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar