Perupa Kalbar Butuh Ruang Kreatif
X9xcVhvrbaHv8NGGDcJ82aFgqHYD11qjhxNfbypG
Bookmark

Perupa Kalbar Butuh Ruang Kreatif

Seni Rupa Kalbar Butuh Ruang Kreatif Untuk Perkembangan

A. Catatan dari Generasi yang Terpinggirkan

Penggalian potensi dan pengembangan seni rupa Kalimantan Barat masih dipandang kurang dan perlu penanganan sejak dini. Hal ini perlu dilakukan agar perkembangan seni rupa di Kalimantan Barat dapat terus berjalan dan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk perkembangan Pendidikan.

Kalimantan Barat banyak mempunyai generasi muda yang dipandang sangat berbakat dibidang seni rupa. Beberapa karya yang mengangkat tema kedaerahan terbilang masih banyak ditemui dibeberapa seniman. Hanya saja mereka terkendala tidak mendapatkan ruang untuk menggelar karya-karya mereka.

Kendala perkembangan seni rupa di Kalimantan Barat karena tidak ada wadah bagi seniman untuk saling berbagi pengetahuan. Ditambah lagi literasi seni sangat susah didapatkan, sehingga intelektualitas berkesenian tidak banyak berkembang. Hal ini terlihat dari beberapa karya cenderung masih terpola pada gaya-gaya lama.

Perkembangan tidak hanya terhambat sampai disitu. Pemerintah daerah Kalimantan Barat belum mempunyai ruang yang dianggap baik dan layak untuk memamerkan karya-karya seniman daerah. Keterbatasan ruang publik membuat seniman tidak leluasa memamerkan karyanya. Padahal ruang itu penting, karena akan berfungsi sebagai ruang apresiasi seniman dan ruang belajar masyarakat. Efeknya dapat memberi stimulus bagi seniman untuk terus berkarya kearah yang lebih baik lagi dan masyarakat akan lebih memahami khasanah keilmuan tentang seni rupa daerah dan kesenian lainnya.
Seni Rupa Kalbar Butuh Ruang Kreatif Untuk Perkembangan
Jika kita memandang permasalahan diatas, sudah pasti kita terkendala banyak kekurangan. Belum lagi permasalahan mengenai pengelolaan karya seni yang baik juga tidak dikuasai penuh oleh seniman itu sendiri. Pengelolaan karya, baik itu dari proses pembuatan, pameran, dan pemasaran seharusnya dapat ditangani lebih baik, sehingga akses karya dapat gunakan sebagai wahana Pendidikan masyarakat tentang seni rupa daerah, dan dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan senimannya.

Jika dibanding ditempat-tempat lain di Indonesia, maka daerah Kalimantan Barat merupakan zona yang miskin perkembangan. Seharusnya konsentrasi harus diarahkan khusus untuk memfasilitasi senimannya, baik berupa peningkatan ilmu pengetahuan dan membuka ruang publik yang tersedia untuk dijadikan ruang pamer dan ruang belajar yang bisa diakses secara bebas untuk kepentingan pendistribusian karya dan Pendidikan.

B. Masalah Lama yang Belum Terpecahkan

Permasalah menyangkut perkembangan seni rupa di Kalimantan Barat dapat dikatakan sebagai suatu fakta yang sudah lama terjadi. Sampai sekarang belum dilakukan pembenahan, baik dari senimannya sendiri, maupun dari pemerintah. Artinya selama ini seniman hanya bertahan dan fokus dalam berkarya, apalagi pada masa pemulihan karena Indonesia mengalami bencara pandemi nasional.
Seni Rupa Kalbar Butuh Ruang Kreatif Untuk Perkembangan
Kinerja pemerintah selama ini fokus dalam menjalankan kegiatan yang sifatnya penyediaan ruang publik sekali pakai, sementara pengelolaan aset seni rupa dan senimannya belum dikerjakan secara maksimal. Dari sini kita dapat melihat beberapa permasalahan yang timbul, antara lain:
  1. Tidak adanya pengelolaan seni rupa secara terarah, baik itu dari senimannya sendiri maupun dari pemerintah daerah Kalimantan Barat.
  2. Pemerintah Daerah Kalimantan Barat tidak mempunyai ruang pamer karya seni rupa yang baik dan dapat dijadikan ruang belajar publik secara maksimal.
  3. Tidak tersedianya literasi seni rupa berupa buku dan lain sebagainya untuk mendukung perkembangan intelektualitas seniman daerah Kalimantan Barat.
Masalah dibatasi dalam lingkup perkembangan seni rupa. Pembatasan masalah ini agar kinerja seniman dan pemerintah dapat terarah dan berjalan dengan baik, sehingga pemanfaatan seni rupa untuk Pendidikan dapat dimanfaatkan untuk masyarakat secara luas.
Sebenarnya masalah yang paling krusial adalah pengelolaan seni rupa daerah. Jika ditangani lebih baik, maka solusi akan terpecahkan untuk menanggulangi tiga masalah sekaligus. Artinya kita hanya perlu melakukan satu langkah kerja untuk menangani tiga masalah tersebut. Jika terjadi kekurangan, maka kerja jangan sampai terputus ditengah jalan, karena bagaimanapun pembangunan dan pengembangan seni rupa daerah harus dilaksanakan secara berkelanjutan.

C. Merekonstruksi Pengelolaan Seni Rupa Daerah

Pengelolaan seni rupa daerah di Kalimantan Barat dipandang perlu dilakukan untuk mengenali potensi seniman, sehingga segala aktifitas seni rupa dapat dipelajari, diajarkan, dikembangkan, dan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk seniman itu sendiri dan masyarakat umum.
Seni Rupa Kalbar Butuh Ruang Kreatif Untuk Perkembangan
Hal pertama yang harus diperhatikan adalah penggalian potensi seniman. Penggalian potensi akan membantu kita dalam memahami apa yang dibutuhkan seniman, bukan membicarakan kekurangan seniman dari segi teknik dan fasilitas. Penggalian potensi harus dikaji secara mendalam guna mengenal lebih dekat tentang seniman Kalimantan Barat dan mengetahui kendala apa saja yang menyebabkan seniman itu lambat berkembang. Hal ini penting dilakukan untuk keberlanjutan dan peningkatan pembelajaran kepada seniman yang akan berimbas kepada pembelajaran masyarakat secara luas. Termasuk juga pengkajian segala aspek seni rupa didalamnya, untuk diajarkan secara terus menerus dari generasi ke generasi dalam rangka meningkatkan potensi Pendidikan kepada masyarakat Kalimantan Barat.

Pada dasarnya para perupa Kalimantan Barat sudah berhasil keluar dari masalah keterbatasan Teknik dan fasilitas. Hal ini bisa dilihat masih banyak seniman yang melahirkan karya dengan bobot yang baik dan tidak kalah menarik dengan seniman luar. Disamping itu, banyak juga seniman masih berkarya tanpa mengeluh karena terkurung bencana pandemi covid beberapa waktu lalu. Walau terseok dan cenderung lambat, setidaknya mereka tetap berupaya menghasilkan karya terbaik sampai sekarang.

Perupa Kalimantan Barat cenderung menganggap bahwa kendala kekurangan informasi dan alokasi karya harus mereka lewati, disamping berharap pada suatu waktu kendala ini dapat teratasi dengan bantuan pemerintah. Artinya, masalah krusialnya tentang PENGELOLAAN SENI RUPA, tentang bagaimana meningkatkan sumber daya dan menyediakan fasilitas pameran temporer yang layak sebagai ruang apresiasi seni dan ruang belajar publik.
Seni Rupa Kalbar Butuh Ruang Kreatif Untuk Perkembangan
Tidak adanya tata kelola seniman akan berakibat buruk bagi perkembangan seni rupa daerah Kalimantan Barat. Tidak adanya wadah untuk mempersatukan perupa dan memberi ruang belajar aktif menjadi hal yang paling merugikan untuk perkembangan seniman itu sendiri. Akhirnya perkembangan seni rupa daerah tidak berjalan baik dan berimbas pada lambatnya perkembangan Pendidikan dibidang seni rupa. Masalah ini harus segera dipikirkan dan dikerjakan pemerintah untuk membantu seniman keluar dari keterbatasan, sehingga seniman dapat terus berkarya kearah yang lebih baik dan dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana belajar masyarakat.

D. Tawaran Ruang Kreatif kepada Pemerintah Kalbar

Pemerintah daerah Kalimantan Barat banyak mempunyai ruang kreatif yang selama ini hanya digunakan ketika ada program kegiatan kedinasan dan acara tertentu saja. Selebihnya ruang tersebut kosong. Ruang ini sebenarnya dapat dijadikan ruang kreatif sebagai rumah belajar mengajar dan untuk apresiasi kesenian, terutama seni rupa daerah. Salah satu ruang yang sangat efektif adalah DEKRANASDA Provinsi Kalimantan Barat. Adapun alasan mengapa tempat tersebut dianggap sangat layak untuk dijadikan ruang kreatif karena beberapa hal sebagai berikut.
  1. Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat mempunyai gedung pamer temporer yang cukup baik untuk menggelar pameran seni rupa daerah Kalimantan Barat.
  2. Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat juga mempunyai ruang yang dapat dijadikan ruang diskusi, ruang pameran regular, tempat pelatihan seni rupa dan kesenian lainnya, serta dapat dijadikan modal seniman untuk membiayai beberapa kegiatan seni budaya jika dikelola dengan baik dan benar. Setidaknya seniman mempunyai ruang bertukar pikiran tentang seni dan perkembangannya. Terkadang banyak juga ide kreatif untuk pengembangan seni budaya daerah lahir dari tempat seperti ini.
  3. Dapat dijadikan ruang literasi seni budaya umum dan daerah, sekaligus ruang belajar publik yang sangat menarik.
  4. Tempatnya tepat ditengah kota dan akses mudah serta cepat dari berbagai arah.
  5. Dapat meningkatkan kunjungan ke Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat.
Pemilihan tempat ini berdasarkan apa yang saya amati selama ini dan berdasarkan efektifitas ruang akses. Tidak menutup kemungkinan ada ruang lain yang dapat dimanfaatkan oleh seniman dalam mewujudkan ruang kreatif, apresiatif, dan edukatif bagi seniman dan masyarakat.
Seni Rupa Kalbar Butuh Ruang Kreatif Untuk Perkembangan
Pemerintah hanya perlu membuka ruang yang luas untuk mendukung perkembangan seniman, maka pengembangan seni budaya daerah dapat dicapai. Suatu langkah sederhana namun sangat efektif. Tinggal pemerintah mau atau tidak menjalankannya.

E. Fungsi Ruang Kreatif Seni Rupa Kalbar

Setelah melihat ulang tata kelola seni rupa dan mendapatkan masalah krusial yang menghambat perkembangan seni rupa daerah Kalimantan Barat, sekarang kita harus merubah pengelolaan seni rupa tersebut. Adapun mengenai pengelolaan dapat ditempuh dengan memberi ruang kreatif dan apresiasi bagi seniman dan masyarakat. Ruang kreatif dan apresiasi ini bukan hanya ruang pamer karya belaka, namun bisa dimanfaatkan seniman sebagai ruang belajar guna menambah pengetahuan, dan seniman juga dapat meneruskan keahliannya untuk masyarakat luas. Disini pemerintah tidak perlu membangun ruang atau fasilitas pamer yang baru. Pemerintah hanya perlu memberi satu ruang untuk seniman berkumpul dan belajar Bersama. Ruang itu juga dapat dimanfaatkan untuk masyarakat menggali informasi tentang seni rupa daerah. Beberapa fungsi dari ruang apresiasi seni itu sebagai berikut.
  1. Sebagai ruang pengkajian.
  2. Sebagai ruang pengembangan.
  3. Sebagai ruang pembelajaran.
  4. Sebagai ruang pemanfaatan.
  5. Sebagai pusat informasi seni budaya.
Ketika ruang kreatif itu dapat diwujudkan Dekranasda Kalbar, saya yakin bukan saja seni rupa yang berkembang, namun seni pertunjukan juga dapat memanfaatkan ruang tersebut untuk perkembangannya. Solusi ini tidak hanya memecahkan kebuntuan perkembangan dibidang seni rupa saja, namun juga bidang kesenian lainnya. Kita hanya perlu bekerja satu kali namun dapat memecahkan banyak masalah sekaligus.
Seni Rupa Kalbar Butuh Ruang Kreatif Untuk Perkembangan
Pemerintah tidak hanya memberi ruang lalu menyerahkan kepada seniman daerah untuk dikelola mereka. Selebihnya pemerintah juga harus merangkul seniman dalam bekerjasama. Artinya tidak lepas tangan setelah memberi tempat kepada seniman. Nantinya peningkatan itu dapat dipantau secara berkesinambungan dan seniman juga akan merasa diperhatikan. Pemerintah juga harus bisa memberi masukan agar mereka mengerti tujuan ruang itu disediakan. Selebihnya memberi stimulus kepada seniman untuk berkarya dan mengelola ruang mereka sendiri.

Pemanfaatan ruang kreatif juga harus bisa dilaksanakan secara maksimal, artinya selalu ada kegiatan seni yang bisa dilihat dan dipelajari setiap waktu. Pemanfaatan ruang tidak hanya digunakan untuk kegiatan seni tertentu, namun dimanfaatkan sebagai rumah kedua oleh seniman dan dapat dijadikan referensi tempat belajar kedua. Setiap hari ada pembelajaran dan gelar karya dari seluruh seniman itu sendiri. Peluang ini bukan hal mustahil, namun sangat mungkin untuk diwujudkan.

Ketika kita melihat fungsi ruang kreatif, maka beberapa ruang itu harus bisa mencapai fungsinya secara terarah. Adapun beberapa macam cakupan fungsi ruang itu sebagai berikut.
  1. Sebagai ruang pengkajian. Ruang pengkajian lebih memfokuskan seniman untuk mengkaji berbagai literasi seni, baik yang sudah ada dan berkembang dimasyarakat, maupun yang perlu digali kembali. Pengkajian sangat diperlukan untuk mengangkat kembali kesenian yang cenderung tidak berkembang, sekaligus untuk menjaga dari kepunahan. Pengkajian ini juga penting dilakukan untuk mengangkat seni budaya daerah kearah yang lebih baik dan dapat meningkatkan pengetahuan seniman. Peningkatan pengetahuan seniman akan bermanfaat untuk mengangkat seni budaya daerah dan dapat dijadikan bahan ajar untuk generasi mendatang. Tentunya pengkajian ini dilakukan seniman dan dipantau pemerintah dalam pelaksanaannya, sehingga pengkajian dapat diterapkan secara baik dan terarah untuk pendidikan.
  2. Sebagai Ruang Pengembangan. Ruang pengembangan mencakup dua hal, yaitu pengembangan intelektualitas dan kreatifitas. Ketika pengetahuan seniman semakin berkembang, maka secara otomatis kualitas karya juga akan semakin baik. Sementara kreatifitas yang berkembang pada senimannya dapat memberi kontribusi untuk peningkatan kinerja seni budaya dan pendidikan yang lebih baik. Hal ini tentunya akan melahirkan terobosan tertentu dalam berkarya sekaligus dapat menjadi terobosan yang sangat baik ketika diaplikasikan untuk Pendidikan. Pengembangan kesenian daerah dapat terlaksana dengan baik sejalan dengan perkembangan pengetahuan senimannya. Hal ini karena pengembangan kesenian daerah itu akan sangat baik jika seniman terlibat langsung. Senimanlah yang paling mengetahui bagaimana seharusnya sebuah karya seni itu tetap bertahan dengan ciri khas kedaerahan dan seniman paling memahami strategi pengembangannya. Ketika mendapat sentuhan seorang seniman, maka kesenian daerah itu akan berkembang sesuai perkembangan zaman, namun tidak menghilangkan ciri khas kedaerahannya, sehingga kelestarian kesenian daerah dapat terus terjaga untuk diwariskan kepada generasi selanjutnya.
  3. Sebagai Ruang Pembelajaran. Seniman dapat belajar banyak dalam ruang kreatif dan akan merangsang cara berpikir positif dan kreatif untuk perkembangan dirinya. Pemikiran kreatif inilah yang diharapkan dapat membawa pola pengembangan baru untuk dunia kesenian dan Pendidikan di Kalimantan Barat. Ruang belajar ini juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mempelajari seni rupa daerah secara gratis. Pemerintah dapat memfungsikan seniman sebagai partner dalam mengajar kesenian yang dibutuhkan masyarakat di Kalimantan Barat.
  4. Sebagai Ruang Pemanfaatan Kesenian. Ruang pemanfaatan kesenian adalah wadah untuk menggodok kesenian sampai bisa dipasarkan, baik sebagai produk apresiatif belaka atau dikomersilkan. Artinya seniman dapat mengelola manajemen untuk memasarkan produknya. Sedangkan untuk kegiatan yang sifatnya pembelajaran, dapat diakses gratis oleh masyarakat. Ruang pemanfaatan kesenian lebih mengarah pada manajemen apresiasi dan terbuka luas untuk masyarakat. Akhirnya pemerintah mendapat dua keuntungan pada bidang ini, sebagai ruang belajar dan menjadikan seniman sebagai guru untuk masyarakat.
  5. Pusat Informasi Seni Budaya. Ruang kreatif dapat dijadikan sebagai pusat informasi seni budaya daerah Kalimantan Barat. Pusat informasi ini juga dapat dimanfaatkan sebagai media promosi kesenian daerah melalui kinerja seniman. Artinya pemerintah bisa bekerjasama dengan seniman untuk mengolah aset seni budaya daerah dan dimanfaatkan seluas-luasnya untuk mengangkat nama daerah dimata nasional dan internasional.
Seni Rupa Kalbar Butuh Ruang Kreatif Untuk Perkembangan
Setidaknya ketika ada orang luar ingin mempelajari seni budaya daerah Kalimantan Barat dapat dengan mudah mengakses ruang kreatif itu sebagai rujukan.
Melihat betapa banyaknya fungsi penting dari ruang seni kreatif, maka banyak pula pemecahan masalah perkembangan seni rupa yang dapat ditanggulangi. Artinya pemerintah hanya perlu memberi ruang kreatif dan bekerja sama dengan seniman guna memecah kebuntuan yang selama ini menjadi penyebab kesenian daerah tidak berkembang.

F. Kesimpulan

Kendala perkembangan seni rupa daerah Kalimantan Barat sebenarnya bukan masalah kurangnya perhatian pemerintah terhadap seniman, namun lebih tidak efektifnya kinerja dalam menangani masalah perkembangan seni budaya yang tersendat selama ini. Hal ini karena beberapa usaha tidak efektif dan tidak dapat menyentuh senimannya dan tidak dapat diakses masyarakat secara luas. Oleh karena itu pemerintah harus merangkul seniman lebih erat lagi untuk mengatasi segala permasalahan dalam perkembangan seni budaya daerah. Selain itu harus ada suatu ruang untuk mempersatukan langkah kerja pengembangan seni budaya daerah yang baik dan terarah, antara pemerintah dan seniman di Kalimantan Barat.
Seni Rupa Kalbar Butuh Ruang Kreatif Untuk Perkembangan

G. Saran

Pemerintah harus memberi seniman ruang kreatif untuk memecah kebuntuan perkembangan seni rupa dan kesenian lainnya di Kalimantan Barat. Ruang kreatif ini akan menghidupkan seni rupa daerah dan kesenian lainnya, serta dapat dijadikan ruang belajar kreatif bagi pelajar dan masyarakat. Melalui ruang apresia ini, pemerintah sudah memberikan solusi bagi keterbatasan seniman untuk berkembang. Ini solusi mudah namun sangat efektif bagi pemerintah untuk mengembangkan seni budaya daerah kearah yang lebih baik.

Mau beli alat musik Kalimantan?

LIHAT ALAT MUSIK DAYAK
LIHAT ALAT MUSIK MELAYU
Hubungi Admin: 08115686886.
Posting Komentar

Posting Komentar

Tinggalkan komentar anda