Koronangis: Senandung Tangis yang Hampir Punah Skip to main content

Koronangis: Senandung Tangis yang Hampir Punah

Koronangis yang Hampir Punah

Senandung Tangis Diambang Kepunahan

Koronangis adalah tradisi bertutur, bersenandung atau bercerita yg berisi nasehat masyarakat Dayak Tamambaloh, Nanga Nyabau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Koronangismenyenandungkan cerita tentang masa lalu atau cerita suatu kejadian yang syarat dengan nasehat untuk kehidupan. Biasanya cerita itu dibawakan untuk mengingatkan orang tertentu akan nilai luhat yang dapat dipetik dari suatu cerita tersebut.

Koronangis termasuk sastra lisan yang berlagu dan mempunyai karakter seperti syair masyarakat Dayak kebanyakan dengan pola bebas. Bagian akhir lagu cenderung jatuh kepada nada rendah yang dipanjangkan dengan liuk nada bebas sesuai penguasaan penuturnya.

Awal nada kebanyak dimulai dari nada 6 (la) dengan liuk nada menurun setiap menuju akhir lagu. Tidak ada ketentuan khusus jatuh nada dan karakter liuk nada dalam membawakan Koronangis ini, namun dari semua pembawaan, kekhasan Koronangisterletak sampai seberapa dalam penutur mengolah cerita dan memberikan hiasan nada pada kisah yang dibawakan penuturnya.

youtube image


Syair yang dibawakan dalam Koronangis bebas, artinya tidak terikat pada suatu syair tertentu dan sudah ada. Bahkan dari catatan tutur yang sudah ada tidak juga ditemui saat perekaman video ini. Para penutur cenderung mengolah syair berdasar apa yang dia rasakan, dia ingat mengenai cerita atau seuatu kejadian, apa yang dia alami, lalu semua itu dirangkai menjadi kisah dalam Koronangis. Jadi kebanyakan syair terjadi secara spontan dan bebasa mengalir berdasarkan kemampuan penuturnya.

Sampai video ini dibuat, pembawa Koronangis hanya tersisa 2 orang saja yang dianggap betul-betul menguasai teknik dan tradisi tutur ini secara mendalam. Satu penutur sudah berusia sangat tua dan kabarnya sampai tulisan ini dimuat beliau sudah meninggal. Akhirnya Penutur Koronangis ini tersisa Indu Gamilu, satu orang yang ada di video ini saja. Kemungkinan besar Indu Gamilu inilah penutur terakhir Koro Nangis, Tamambaloh, Nanganyabau, Putussibau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Sampai saat ini, penulis dan tim Dokumentasi yang digawangai Abdi Borneo Rebellion belum menemukan penerus atau sosok lain yang menguasai tradisi dan teknik pembawaan Koronangis masyarakat Dayak Tamambaloh.

Dari kesemuanya itu, kami berharap masih ada penerus kebudayaan luhur ini, karena melalui kebudayaan ini juga kita bisa melihat kemegahan peradaban kita di masa lalu. Sebuah tanggung jawab besar agar kebudayaan itu tidak hilang ditinggalkan pemiliknya sendiri karena perubahan zaman. Kenyataan pilu, Koronangis menjadi senandung tangis diambang kepunahan.
Mau beli alat musik tradisional Kalimantan?
hubungi: 0898 8566 886 - 0811 5686 886.
Mau Lihat alat musiknya? klik link berikut
LIHAT ALAT MUSIK DAYAK atau LIHAT ALAT MUSIK MELAYU
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar