Skip to main content

Tragedi Matinya Seorang Menteri



Prolog
Saya pernah ditanya kawan. Kamu pilih mati menteri atau mati kuda kalau main catur di padang pasir. Saya pilih mati menteri, karena bisa pulang naik kuda.
--------
Epilog
Logikanya sederhana, kita berjuang dan mengharap kebaikan atau cap baik dalam suatu perbuatan. Bagi yang ngotot berjuang akan memilih kepentingan dan bagaimana bisa menyelamatkan menteri. Namun kamu lupa satu hal, jika kamu kalah dan terjebak dalam penjara keadaan itulah yg akan mematikan langkah kamu untuk melanjutkan perjuangan, tanpa sisa, tanpa harapan, dan henya menyisakan kekonyolan untuk dipikirkan.

Ketika kamu memilih menteri untuk diselamatkan, kamu hanya berkutat dibayang-bayang harapan. Berharap akan bisa mendapatkan jalan terbaik untuk kelanjutan kehidupan, walau kadang alasannya teramat naif, yaitu untuk banyak orang. Sebenarnya kamu hanya memperjuangkan nafsumu yang bermain dalam ilusi pemikiran. Hingga pada suatu akhir nanti, saya yakin kamu akan dikalahkan dan semua perjuangan akan putus sampai di situ.

Seandainya kamu pilih mematikan apa yg kamu perjuangkan (membiarkan menteri mati), maka kesempatan melanjutkan perjuangan masih ada. Itu kalau kamu berani bersikap, memilih, dan melupakan untung rugi dalam perjuangan. Kalau cara ini dianggap pengecut, picik, dan gak macho maka pikiran kamu sebenarnya salah. Kamu hanya memperjuangkan khayal tapi menolak kenyataan. Kita sepakati kalau dalam perjuangan ada pengorbanan. Namun perjuangan seperti apa yang harus kamu tawarkan. Semua orang dimedan perang adalah pejuang. Hati-hati, karena anda bisa saja salah menawarkan pengorbanan ditengah pejuang lainnya. Jika kamu berjuang untuk kelangsungan orang banyak (rakyat), maka pikirkan kelangsungan perjuangan sampai mencapai titik harapan. Bukan fokus memperjuangkan kehidupan menterinya.

Kamu harus faham, bahwa berkorban itu multi-lapis dalam persepsi dan perlu cerdik dalam mengambil keputusan. Makanya wajar saja kalau saya memilih kuda untuk perjuangan selanjutnya. Namun berita ini akan dianggap pengkhiatan kalau kamu pulang, makan, lalu tidur dan melupakan perjuangan yang belum usai. Sampai disini satu hal yang harus anda fahami, bahwa bijak tidak cukup dengan cerdik saja. Terkadang anda juga harus licik untuk mendapatkan kemenangan dalam perjuangan itu sendiri. Sah-sah saja berlaku licik diantara kelicikan yang dipertaruhkan, yang penting niat kamu baik. Walau kadang saya masih bertanya kadar dan jaminan kualitas kebaikan dari niat itu sendiri?

Ingat... Akhirnya anda perlu menyiapkan jawaban ketika nurani bertanya. Ketika dia mempermasalahkan kembali kisah menteri dan kudanya yang hilang. Dia akan mempertanyakan kenapa kamu tega membiarkan menteri itu mati tanpa membelanya sedikitpun? kenapa kamu malah lari seperti pengecut diantara kegelapan malam? kenapa kamu lebih memilik menyelamatkan kuda dari menteri itu sendiri? Ingat... jangan pernah hiraukau keadaan. Karena dia selalu cerewet dan selalu ikut campur masalah manusia. Padahal dia bukan siapa-siapa, bukan juga tujuan akhir dari perjuangan itu. Namun kamu akan dibuat bimbang karena bisikan keadaan kepada nuranimu.

Saran saya... Kisahkan saja kisah menteri yang kini lagi asik naik kuda ditengah kekalahan permainan catur anda. Itu pasti mengasikkan. Gampang bukan... Jawab saja dengan logika terbalik. Atau gunakan teknik org gila menjawab pertanyaan. Gak pake mikir dan santai saja.
----------
Diantara menteri yang hampir mati lalu lari naik kuda menyelamatkan diri
Mau beli alat musik tradisional Kalimantan?
hubungi: 0898 8566 886 - 0811 5686 886.
Mau Lihat alat musiknya? klik link berikut
LIHAT ALAT MUSIK DAYAK atau LIHAT ALAT MUSIK MELAYU
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar