--> Skip to main content

Whatsapp akan Berbayar: bakalan repot kalau bayar pakai kartu visa


WhatsApp pernah mematok biaya berlangganan sebesar US$ 1 atau setara Rp 14.000 per tahun bagi pengguna. Namun trik ini gagal dan whatsapp kembali gratis. Lambat laun, rencana monetisasi WhatsApp melalui dengan iklan memunculkan perdebatan panas dan membuat dua pendirinya Brian Acton dan Jun Koum meninggalkan perusahaan, termasuk cabut dari Facebook Company.

Keduanya tak sepakat dengan kehadiran iklan dalam platform chatting ini sementara Mark Zuckerberg ingin segera monetisasi ini dilakukan, seperti dikutip dari Forbes, Rabu (8/1/2020). WhatsApp sendiri didirikan oleh Brian Acton dan Jun Koum pada 2009 silam. Plaform ini kemudian diakuisisi Facebook pada 2014 senilai US$ 19 miliar dalam bentuk sebagian uang tunai dan saham Facebook.

Penyedia layanan Whatsapp rupanya tidak main-main soal kebijakan baru Whatsapp berbayar. Bahkan nominal tarifnya sudah tersebar. Whatsapp mengabarkan jika aplikasi perpesanan tersebut bakal disisipi iklan. Nah, iklan tersebut bakal menyusup di sela-sela story, layaknya di Instagram.

Oliver Ponteville, salah seorang peserta konferensi Facebook Marketing Summit (FMC) 2019 di Belanda membagikan tampilan iklan Whatsapp. “WhatsApp will bring Stories Ads in its status product in 2020 (Whatsapp akan membawa iklan story pada produk Whatsapp Story pada 2020),” ujarnya.

Pengguna diberikan penawaran, jika tidak ingin ada iklan di whatsapp yang mereka gunakan, pengguna bisa membayar biaya berlangganan sebesar US$ 1 atau setara Rp14.000 per tahun. Suatu aplikasi hebat dengan biaya sangat murah. Saya rasa ini tidak terlalu berpengaruh.

Namun akan bermasalah jika pembayaran melalui visa yang kebanyakan orang Indonesia gaptek menggunakannya. Namun biarpun isu Whatsapp berbayar sudah mencuat, sampai saat ini pihak Whatsapp belum memberikan keterangan resminya. Jadi ya santai saja.
Mau beli alat musik tradisional Kalimantan?
hubungi: 0898 8566 886 - 0811 5686 886.
Mau Lihat alat musiknya? klik link berikut
LIHAT ALAT MUSIK DAYAK atau LIHAT ALAT MUSIK MELAYU
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar