--> Skip to main content

UPACARA ADAT DAYAK KANAYATN Bag. Satu


Dayak Kanayatn - Masyarakat Dayak Kanayatn Kalimantan Barat terkenal arif dan bijaksana. Mereka hidup selaras alam dan menjunjung tinggi adat istiadat. Hal ini dianggap sebagai wujud penghormatan mereka kepada Jubata yang tertuang dalam pepatah "Adil ka' Talino, Bacuramin ka' Saruga, Basengat ka' Jubata (Adil kepada manusia, Bercermin kepada surga, Bernafas kepada Tuhan".

Masyarakat Dayak Kanayatn mengejawantahkan hubungan religius dengan melakukan beberapa ritual dikehidupan mereka. Dalam ritual religius itu mereka mewujudkan perilaku sakral religius mengenai hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan roh para leluhur, termasuk hubungan manusia dengan roh halus yang dipercaya dapat memberi pengaruh pada beberapa sisi kehidupan mereka. Berikut beberapa ritual adat Dayak Kanayatn.

Upacara yang Berkaitan dengan Inisiasi

  1. Bahaupm (musyawarah) yang biasanya dilaksanakan sebelum upacara pernikahan diadakan. Terlebih dahulu pihak keluarga melakukan Bahaupm (musyawarah) antara kedua belah pihak. Pada upacara ini calon mempelai laki-laki dan mempelai perempuan akan menentukan apakah suami ikut istri atau sebaliknya. Selain itu akan ditentukan hari pernikahan, ritual adat dan kelengkapannya, dan apa saja yang perlu dilakukan antara kedua belah pihak keluarga pengantin (pembagian kerja). Bahaupm bukan seperti musyawarah seperti biasanya, namun didalamnya juga ada laku ritual sebelum musyawarah diadakan. Bahaupm bukan saja dilakukan pada ritual perkawinan, namun dilakukan juga pada ritual besar Kanayatan yang didalamnya mempunyai kerja besar dan penting, serta melibatkan orang banyak.
  2. Batalah, yaitu upacara untuk memberi nama pada bayi yang baru lahir. Upacara ini dilakukan setelah tiga atau tujuh hari kelahiran bayi yang didahului dengan prosesi pemandian bayi. Apabila upacara ini dilakukan pada hari ketiga setelah kelahiran bayi, maka upacara ini harus disertai dengan penyembelihan seekor ayam untuk selamatan. Bila upacara dilaksanakan pada hari ketujuh, maka disembelih seekor babi untuk perjamuan dan balas jasa yang menolong kelahiran. Bagi yang tidak mampu biasanya masyarakat sekampung akan membantu piraga (kelengkapan ritual) kepada orang tersebut sebagai rasa tanggung jawab orang dekat, keluarga, dan warga kampung. Hal ini sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus menghormati anak yang baru lahir dengan harapan kelak dapat berguna bagi keluarga, suku, dan alamnya.
  3. Batenek, yaitu upacara melubangi telinga anak perempuan (manindik/ tindik). Upacara ini dilakukan setelah anak berumur antara dua sampai tiga tahun. Namun ada juga dilakukan semasa umur anak dibawah satu tahun. Maksud ritual ini untuk memberikan penghargaan kepada anak perempuan yang dimuliakan, karena mereka menganggap sebagai pemberian Jubata yang harus dimuliakan. Pada ritual ini ditanamkan doa selamat sejahtera agar anak dapat mengemban tugas sebagai wanita dayak yang bertanggung jawab terhadap keluarga, suku, adat dan alamnya.
  4. Babalak, yaitu upacara penyunatan anak laki-laki di bawah usia sepuluh tahun. Upacara ini masih tetap dijalankan walaupun orang Dayak masih memegang kuat kepercayaan lama. Dalam upacara ini biasanya disembelih tiga ekor babi dan dua belas ekor ayam. Bagi keluarga yang tidak mampu, perayaannya dapat digabungkan dengan keluarga lain yang mampu, namun harus menyumbang seekor ayam, tiga kilogram beras sunguh (beras biasa), dan tiga kilogram beras pulut (ketan). Biasanya upacara ini juga dibantu oleh masyarakat setempat sebagai rasa kasih dan tanggung jawab dalam ikatan kekerabatan dan kesukuan.
  5. Karusakatn, yaitu upacara yang berhubungan dengan kematian. Bagi orang Dayak Kanayatn, orang yang meninggal harus dikuburkan paling lama satu malam setelah meninggal. Upacara kematian ini terdiri atas beberapa bagian, yaitu:
  • Basubur, yakni upacara untuk memberi makan orang yang telah meninggal
  • Barapus, yaitu upacara yang dilakukan tiga hari setelah pemakaman untuk memberitahukan kepada orang yang meninggal bahwa ia telah meninggal dunia
Demikian gambaran singkat upacara ritual yang berkaitan dengan inisiasi (ritus kehidupan) masyarakat Dayak Kanayatn Kalimantan Barat. Saya akan tulis ritual adat Dayak Kanayatn yang berhubungan dengan pertanian pada artikel selanjutnya. Semoga bisa memberi manfaat dan salam budaya.

Catatan : Tulisan ini terdapat dalam skripsi S-1 Ferdinan, S.Sn. Jurusan Etnomusikologi, Fakultan Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia, tahun 2016

Mau beli alat musik tradisional Kalimantan?
hubungi: 0898 8566 886 - 0811 5686 886.
Mau Lihat alat musiknya? klik link berikut
LIHAT ALAT MUSIK DAYAK atau LIHAT ALAT MUSIK MELAYU
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar