Skip to main content

Legenda Riya Sinir dan Dara Itam 3


Kisah Riya Sinir Bertemu Raja Pulang Palih

Sesampainya di kerajaan Pulang Palih, raja mengumpulkan penasihatnya untuk menanyakan pendapat dan strategi merebut Tengkorak Patih Gumantar dari kerajaan Biaju. Para penasihat menyarankan membuat sebuah Jong atau kapal besar. Raja setuju dengan pendapat itu dan langsung memerintahkan para abdi kerajaan untuk mencari kayu Melabo. Ini karena kayu Melabo dianggap kayu terbaik untuk dibuat sebuah kapal.

Cerita ini merupakan lanjutan dari cerita sebelumnya. Saya sarankan anda membaca cerita Legenda Riya Sinir dan Dara Itam 2 agar lebih menarik mengikuti jalan ceritanya.

Tak seberapa lama, pergilah para pengawal istana dan abdi kerajaan ke sungai Sepatat. Para pengawal kerajaan mencoba menebang pohon ini, namun anehnya pohon tersebut keesokan harinya tegak kembali, seperti tidak mengami apa-apa. Kejadian ini membuat pesuruh kerajaan menjadi kewalahan dan akhirnya mereka mengabarkan kepada Raja Pulang Palih.

Raja menjadi gelisah. Dayang Selimpat yang mendengar laporan tersebut akhirnya mengingat sesuatu. Dia ingat kepada pemuda yang pernah ditolongnya dulu di hutan. Karena hatinya juga rindu untuk bertemu dengan pemuda itu, maka dia menyarankan Raja Pulang Palih untuk minta bantuan pada seorang pemuda bernama Riya Sinir. Dayang Selimpat meyakinkan raja kalau Riya Sinir mampu menebang pohon tersebut. Dia mengatakan bahwa Riya Sinir adalah keturunan Bujang Nyangko, manusia Dewa dari gunung Bawakng.

Raja mengirim utusannya untuk mengundang Riya Sinir, maka berangkatlah Riya Sinir dengan pengawal kerajaan menghadap Raja Pulang Palih. Selanjutnya dia menuju tempat dimana kayu Melabo yang akan diambilnya.

Ketika Riya Sinir mengayunkan kampaknya hanya dengan sekali tebasan Pohon Melabo tumbang. Kejadian ini membuat orang yang menyaksikannya tercengang dan mengakui kesaktian Riya Sinir. Setelah berhasil menebang pohon, Riya Sinir kembali kekampungnya dan rakyat Tembawang Ambator membangun sebuah Jong (kapal besar).

Permasalahan timbul ketika mereka mencoba meluncurkan JONG ke sungai, raja sudah mengerahkan seluruh rakyatnya namun kapal tersebut tidak bergerak sedikitpun. Maka Dara Hitam pun kembali mengusulkan untuk memanggil Riya Sinir kembali. Nampaknya Dara Hitam diam-diam sudah jatuh hati kepada Riya Sinir.

Raja mengirim utusannya kembali untuk meminta bantuan Riya Sinir. Riya Sinir memberikan syarat untuk memindahkan JONG ini berupa 7 wanita yang sedang hamil tua dan kesemuaanya harus hamil anak pertama sebab ketujuh wanita ini akan dijadikan bantalan alas JONG yang akan diluncurkan ke sungai. Kemudian tujuh buah telor ayam yang baru pertama kali bertelor, tiga gantang uang logam, campuran perak, tembaga dan uang timah. Sungguh permintaan yang cukup berat buat Raja, namun dengan mengerahkan segenap sumber dayanya, raja Pulang Palih berhasil memenuhi semua syarat yang ditentukan Riya Sinir.

Semua syarat sudah dilengkapi, Riya Sinir menyuruh ketujuh wanita yang hamil tua tadi untuk tidur terlentang didepan JONG, sebab perahu itu akan meluncur melalui perut wanita tadi. Kemudian Riya Sinir berjalan ke buritan JONG dan dengan kesaktiannya ia hanya memukul buritan JONG maka JONG tadi meluncur dengan baik ke sungai, namun anehnya ketujuh wanita tadi tidak mengalami apa-apa bahkan mereka merasa lebih sehat dari sebelumnya, kemudian ketujuh telor ayam tadi disuruh untuk dieramkan sehingga menetaskan 7 ayam jago.

Kemudian Riya Sinir diminta untuk menjadi pemimpin ekspedisi ini, dan Raja Pulang Palih menjanjikan apabila Riya Sinir berhasil maka ia akan mengaruniakan hadiah sesuai permintaanya. Maka Riya Sinir memerintahkan untuk memasukan semua peralatan perang kedalam JONG. Kemudian berangkatlah mereka ke daerah kekuasaan kerajaan Biaju.

Bersambung ke bagian 4. Legenda Riya Sinir dan Dara Itam 4

Sumber data :
Foto: Koleksi Sanggar Borneo Tarigas Pontianak, Kalimantan Barat.
Cerita langsung beberapa tokoh masyarakat, penggiat budaya, dan pelaku seni tradisi, https://nopinopia.blogspot.com/, dan https://folksofdayak.wordpress.com/
Mau beli alat musik tradisional Kalimantan?
hubungi: 0898 8566 886 - 0811 5686 886.
Mau Lihat alat musiknya? klik link berikut
LIHAT ALAT MUSIK DAYAK atau LIHAT ALAT MUSIK MELAYU
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar