--> Skip to main content

TEKNOLOGI DAYAK: Cara Bakar Ikan Tradisional Dayak


Cara Bakar Ikan Tradisional dengan Para-para

Teknologi Dayak - Belajar itu bisa dengan banyak hal. Termasuk belajar mengenai teknologi primitif yang sebenarnya masih sangat efektif dilakukan jaman sekarang. Ditambah lagi cara tradisional ini bisa mendatangkan sensasi tersendiri jika kamu mempraktekkannya langsung. Dijamin menyenangkan dan terasa sekali sensasi petualang yang tidak sama dengan pengalaman lainnya.

Sekarang kita akan melihat lebih dekat bagaimana orang Dayak bakar ikan dengan menggunakan para-para tradisional. Berbekal peralatan sederhana yang bisa langsung didapat dari hutan. Rasa kegembiraan dalam kebersamaan ketika itu dilakukan dipinggiran hutan, akan membuat pengalaman indah tersendiri dalam dipetualang anda.

Teknologi ini diambil dari sumber video : CARA ORANG DAYAK KALIMANTAN BUAT PARA IKAN (SALAI) - Youtube Channel FT Merapun. Link ada di bagian bawah bersamaan video yang disertakan.

Oh ya... Para-para itu adalah tempat untuk menyalai (bakar asap) atau membakar ikan yang tempat dibuat meninggi dari tempat perapian. Biasanya tempat ini juga bisa digunakan langsung sebagai tempat menjemur ikan. Namun dulunya lebih sering digunakan untuk menyalai atau membakar ikan.

Teknologi tradisional Dayak ini dahulunya dilakukan karena masyarakat Dayak kebanyakan bertualang dirimba Kalimantan, jadi sudah harus siap dengan pengetahuan dan keahlian untuk mencukupi keperluan hidupnya. Termasuk pula teknologi membuat para-para untuk menyalai ikan. Sekarang mari kita lihat lebih dekat orang Dayak membuat para-para untuk membakar ikan.

Membuat Para-para untuk bakar ikan

Mendirikan tiang segi tiga

Mendirikan tiang segi tiga dari kayu apa saja yang bisa didapat disekitarnya. Lebar segi tiga tiang para-para menyesuaikan saja dengan banyaknya ikan yang ingin disalai atau dibakar. Pokoknya perkirakan saja sesuai kebutuhan. Kan gak mungkin anda bikin sebesar lapangan bola? hehehee.



Membuat palang penyambung

Buat palang penyambung antar ketiga tiang segitiga dan ikat menggunakan akar atau tumbuhan kecil. Jadi anda tidak perlu repot membawa tali dari rumah, karena semua sudah disediakan alam. aIngat jangan tebang pohon sembarangan. Waktu mencari bahan baiknya juga permisi, agar tidak kena hal-hal gaib yang bisa mencelakakan anda.



Membuat alas para-para

Susun kayu berjajar di atas palang segi tiga sebagai alas menempatkan ikana. Bahan kayu jangan terlalu besar dan jangan juga terlalu kecil. Bahannya bisa anda dapatkan disekitar hutan. Ambil secukupnya sesuai kebutuhana. Intinya jangan tebang serampangan, karena selain mubajir, hal itu juga akan merusak alam.



Mengikat alas para-para

Ikat kayu dengan anyaman silang menggunakan akar kayu atau tumbuhan menyerupainya. Bahannya bisa anda dapatkan disekitar anda. Jangan ikat menggunakan tali rapia atau tali berbahan plastik, karena tidak tahan panas dan kalau meleleh bisa mengenai daging ikan. Masa makan ikan rasa plastik? kan gak lucu gan.



Mengikat kedua sisi kayu alas

Ikat kedua sisi palang, masing-masing pada bagian ujung kayu yang berjajar di atas palang para-para. Ini untuk menghindarkan kayu alas para-para terlepas dan lebih kokoh. Usahakan jarak kayu satu dengan lainnya jangan terlalu renggang, agar ketika ikan masak dagingnya tidak jatuh disela kayu.



Jarak alas tidak terlalu dekat dengan tanah

Jadinya akan tampak seperti gambar di bawah ini. Usahakan alas untuk menaruh ikan ini tidak terlalu dekat dengan tanah, karena kita akan membuat api di bawah para-para. Saya yakin anda tidak mau bukan kalau ikannya gosong? faham kan gan? ok lanjut.



Membuat perapian

Buat perapian untuk membakar ikat seperti anda membuat perapian bakar ikan seperti biasa. Bedanya hanya pada ketinggian para-para dan perapian. Oh ya... jika anda melakukan ini pada musim kemarau, api harus benar-benar padam setelah selesai agar jangan terjadi kebaran hutan. Intinya harus ekstra hati-hati ya gan.



Menyiapkan ikan

Sekarang semangat untuk menyiapkan ikannya. Oh ya, ikan hanya perlu di buang bagian dalam perutnya. Sisik tidak usah dibuang agar waktu dibakar daging ikan tidak rusak. Kalau perlu jeroan ikan juga tidak perlu dibuang. Tinggal anda buang saja ketika makan nanti. Anda juga bisa mengganti dengan menu lain, seperti ayam, burung, dan lain sebagainya.



Menyusun ikan di atas para-para

Susun ikan di atas alas para-para menurut gaya anda. Baiknya susun ikan berbanjar berlawanan dengan kayu yang dijadikan alas para-para. Hal ini untuk menghindari daging ikan jatuh ketika masak nanti.



Santai ceria bersama

Kasih jempol dulu gan. Itu tandanya anda sudah yakin bakalan makan enak dan dapat sensasi bahagianya. yang jelas bakalan bikin petualangan anda mengesankan. Terbukti bahagia itu tidak harus mahal. Yang penting ada kemauan dan lakukan. Asal jangan melanggar aturan aja ya gan.



Mengatur besaran api pembakaran

Atur perapian agar besaran api stabil. Api yang stabil akan membuat ikan matang secara merata. Jangan terlalu besar dan jangan terlalu kecil. Sedang-sedang saja sesuai perkiraan naluri anda. Saya yakin naluri petualang akan menuntun anda menjadi koki hebat ditempat itu. Tapi gak taulah kalau ditempat lain. heheheeee



Lihat videonya di bawah

Ikan matang siap disantap. Eeiiitttt... jangan lupa berdoa dulu sebelum makan. Ok deh selamat makan dan bersenang senang. Oh ya... anda juga bisa lihat videonya di bawah ini. Agar lebih mengatahui teknologi Dayak membuat para-para untuk membakar ikan.







Demikian teknologi Dayak cara membuat para-para untuk membakar ikan. Teknologi ini bisa dipraktekkan dimana saja. Namun akan lebih bergairah bila dilakukan dihutan atau dipantai sambil liburan bersama keluarga atau teman-teman. Semoga bermanfaat.
Mau beli alat musik tradisional Kalimantan?
hubungi: 0898 8566 886 - 0811 5686 886.
Mau Lihat alat musiknya? klik link berikut
LIHAT ALAT MUSIK DAYAK atau LIHAT ALAT MUSIK MELAYU
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar