Informasi Seni Budaya Bumi Enggang Khatulistiwa

Elemen Dasar Aransemen Musik

Memahami Elemen Dasar Aransemen Musik

Pengertian Musik

  1. KBBI : ilmu atau seni yang menyusun nada atau suara ke dalam urutan, kombinasi dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi atau susunan yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan.
  2. Jamalus : sesuatu hal yang dapat menghasilkan sebuah karya seni berupa bunyi. Dari bunyi tersebut dapat dibentuk menjadi sebuah lagu atau sebuah komposisi yang menunjukan pikiran serta perasaan si pencipta.
  3. Aristoteles : curahan kemampuan tenaga penggambaran yang berasal dari gerakan rasa dalam satu rentetan nada (nelodi) yang memiliki irama.
  4. MD : Susunan nada-nada berdasarkan ritme dan harmoni
Jadi musik itu terjadi melalui unsur-unsur musikal seperti irama, melodi, harmoni, susunan lagu dan ekspresi sebagai satu kesatuan. Sementara fungsi musik itu sendiri dibuat atau diciptakan untuk keperluan hiburan, iringan (ilustrasi teater, mengiring tari, dan lain sebagainya), dan untuk industri. Intinya musik dibuat untuk memenuhi kebutuhan estetis manusia.


Pengertian Aransemen Musik

  1. Aransemen berasal dari bahasa Belanda yakni “Arrangement” yang artinya penyesuaian komposisi musik dengan suara penyanyi atau instrumen musik yang didasarkan atas sebuah komposisi yang telah ada sehingga esensi musiknya tidak berubah. 
  2. MD : Aransemen musik adalah menyusun ulang musik, sehingga bisa menciptakan nuansa berbeda. Lagu tetap sama namun nuansa dan rasa manusia tentang musik yang baru diaransemen akan berbeda.

Jenis Aransemen Musik

Secara umum aransemen terbagi tiga, yaitu aransemen vocal, aransemen musik, aransemen campuran.

Aransemen Vokal

Aransemen vocal dilakukan membagi suara dalam beberapa bagian, seperti suara satu, suara dua, tiga suara, dan seterusnya sampai 7 suara. Namun kebanyakan yang digunakan sampai 4 suara. Sedangkan jenis suaranya seperti Bass (suara rendah pria), Alto (suara rendah wanita), Tenor (suara tinggi pria), Sopran (suara tinggi wanita).

Teknik aransemen vocal kedua ada dengan memberikan tambahan vocal dengan syair tertentu. Hal ini dilakukan untuk memperkaya aransemen.


Satu hal yang perlu di ingat, ketika mengaransemen vocal jangan sampai merubah esensi dari vocal tersebut. Karena bisa dianggap melanggar ketentuan normatif.

Aransemen musik (instrument)

Membuat ulang atau menyusun ulang musik yang sudah ada. Hal ini dilakukan untuk memberikan bentuk dan nuansa baru dalam musik tersebut.

Teknik Aransemen Musik

  1. Melakukan perubahan pada komposisi ritme atau irama. Maksudnya memberikan sentuhan pada susunan nada, panjang pendek nada, dan ritmik. Untuk pemilihan nada itu bebas, tergantung keinginan arranger. 
  2. Melakukan perubahan atau mengkomposisi ulang dari melodi dan pola melodi musik. Namun perlu difahami jangan sampai merubah dasar atau esensi dari lagunya, karena dianggap melanggar ketentuan normatif. 

Aransemen Campuran

Mengaransemen Vokal dan Musik. Teknik aransemennya sama. Aransemen ini banyak dilakukan oleh arranger untuk kebutuhan pasar produksi, pementasan, atau lainnya.

Modal Dasar Aransemen

  1. Seorang arranger harus memahami musik dan mempunyai pengetahuan cara mengaransemen. Bobot musik yang diaransemen tergantung seberapa dalam seorang arranger menguasai musik. Semakin banyak mengetahui musik dan semakin tinggi tingkat musikalitas seseorang dalam memainkan alat musik, maka aransemennya akan semakin bagus dan berbobot.
  2. Ketersediaan alat musik atau menyesuaikan dengan kebutuhan alat yang akan digunakan dalam aransemen. Semakin banyak alat musik maka semakin komplek dan cenderung semakin bagus. Namun keterbatasan alat musik tidak menjadi alasan untuk bisa membuat aransemen yang bagus.


Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam aransemen musik

Memahami ide musik; Seorang arranger harus memahami ide dari musik atau vocal yang akan diaransemen. Semakin dalam memahami konsep atau cerita yang disampaikan dalam musik, maka akan semakin mudah dalam melakukan aransemen. Misalkan menceritakan tentang apa musik tersebut, alat musik apa yang akan digunakan, dan musik seperti apa yang akan dibuat dalam aransemen.

Observasi Musik

Seorang penata harus membuat observasi musik yang akan dibuat iringan. Beberapa hal yang dapat dijadikan sumber observasi adalah sebagai berikut.
  1. Observasi lapangan; mengamati atau mempelajari musik langsung dilapangan. Anda harus mengadakan pengamatan bagaimana musik itu dimainkan dan kalau perlu sekalian mempelajarinya. Hal ini penting untuk memperdalam pengetahuan anda mengenai musik, baik cara permainan, bunyi, susunan musiknya, dan lain sebagainya.
  2. Observasi literatur; mencari data tertulis mengenai musik yang akan digunakan. Sebaiknya anda juga membaca mengenai budaya dimana musik itu tumbuh dan berkembang agar lebih memberikan pemahaman mendalam dari apa yang ingin anda olah nantinya.
  3. Observasi audio visual; mendengarkan atau menonton musik yang akan digunakan. Bisa saja anda menonton video musik lain sebagai rangsang ide penciptaan. Semakin banyak referensi musik, akan semakin baik dan akan menambah kepekaan dalam membuat komposisi atau aransemen musik.

Mengolah musik

Setelah data observasi musik terkumpul, selanjutnya mengolah data tersebut menjadi bagian-bagian musik. Artinya anda dapat membagi musik itu menjadi beberapa bagian. Nantinya kita akan menempatkan musik tersebut pada bagian tertentu. Ada beberapa bagian yang bisa dilakukan dalam mengaransemen musik, sebagai berikut.
  1. Pengembangan; Mengembangkan musik atau bagian dari musik
  2. Eksplorasi; mengeksplorasi musik yang sudah ada atau memberikan sentuhan khusus dari musik yang dimainkan.
  3. Eksperimentasi; Kita juga dapat membuat sebuah eksprerimen dengan alat lain, sehingga bisa menghasilkan bunyi yang dapat memperkaya musik yang dimainkan. Misal membuat alat-alat lain untuk bunyi tertentu. 
  4. Ornamentasi; memberi hiasan pada musik yang dimainkan. Misal memberikan motif lain dalam tabuhan tertentu. Cari ini juga si sebut dengan memberi hiasan-hiasan dalam musik.


Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan dalam Aransemen Musik

Tema

Tema musik biasanya merujuk pada cerita yang disampaikan dalam musik tersebut. Kebanyakan dapat dibaca dalam syair lagu. Misalnya percintaan, peperangan,  komedi, dan lain sebagainya.

Ilustrasi

Ilustrasi musik adalah iringan musik untuk penggambaran tertentu. Keadaan yang diilustrasi dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
  1. Ilustrasi tempat, misal: hutan, desa, gunung, kota, dan lain sebagainya
  2. Ilustrasi sifat, misal: cantik, buruk atau seram, baik, buruk, dan lain sebagainya. Biasanya melekat pada tokoh seperti putri yang cantik, makhluk halus yang seram, roh leluhur yang agung.
  3. Ilustrasi keadaan, misal: sedih, senang, dan jenaka (lucu). 
Mau beli alat musik tradisional Kalimantan?
hubungi admin : 0898 8566 886 - 0811 5686 886.
Mau Lihat alat musiknya? klik link berikut
LIHAT ALAT MUSIK DAYAK atau LIHAT ALAT MUSIK MELAYU

Artikel Terkait:

Tambahkan Komentar Sembunyikan

© 2017 Blog Mbah Dinan - Template Created by goomsite And Otomologi- Proudly powered by Blogger