Blog Mbah Dinan

Gendang Dayak Kalimantan Barat

Gendang Dayak di Kalimantan Barat

Gendang Dayak termasuk jenis alat musik membranophone, yaitu  golongan alat musik yang sumber bunyinya berasal dari membran atau selaput tipis diregangkan. Bagian tengah instrumen diberi lubang untuk sirkulasi udara dan resonansi bunyi. Kulit yang digunakan biasanya adalah kulit kambing, kulit biawak, dan kulit kijang muda agar suara yang dihasilkan nyaring. Cara memainkannya ditabuh dengan dua tangan sambil dipeluk di samping kiri atau kanan pemainnya. Fungsinya sebagai pemangku irama atau memberi ketukan pada musik yang dimainkan.



Gendang Dayak dianggap penting karena kebanyakan ensambel musik Dayak banyak bermain pola ritme (bermain dengan pola tabuh ritmis). Selain itu gendang juga menentukan dalam memberi tempo dalam permain sekaligus memberi variasi ritme dalam sebuah musik. Artinya fungsi gendang dalam sebuah ensambel dapat dikatakan warna tersendiri sebagai kekhasan yang akhirnya membentuk musik Dayak menjadi kesatuan secara utuh.

Budaya musik Dayak mempunyai beberapa jenis gendang. Penggunaannya menyesuaikan konteks dimana musik tersebut dimainkan, apakah dalam kesenian yang sifatnya profane atau yang berhubungan dengan upacara. Namun dari kebanyakan gendang yang digunakan, kita dapat membaginya dalam tiga jenis gendang, yaitu gendang panjang, gendang pendek, dan gendang besar.

Jenis gendang Dayak

  1. Gendang Pendek : terbuat dari kayu yang bagian tengahnya berlubang dan dilapisi kulit (kulit kambing, kulit biawak, dan kulit ular) sebagai sumber bunyi. Bagian atas gendang pendek dikasih kulit yang diregangkan menggunakan dan diberi pasak kayu yang berfungsi untuk mengencangkan kulit. Ukuran gendang pendek ini bervariasi, biasanya ukuran diameter berkisar 30cm sampai 34cm. Tinggi gendang pendek sekitar 35cm sampai 45cm. Gendang pendek terbuat dari beberapa jenis kayu yang biasanya terdapat dilingkungan sekitar pembuatnya, seperti kayu durian (yang sudah tidak berbuah lagi), kayu asam, dan jenis kayu lainnya. Memainkannya dengan cara dipukul atau ditabuh dengan tangan dan ditempatkan di sisi kiri atau kanan pemainnya. Contoh gendang pendek seperti Gadobokng dalam ensambel musik Dayak Kanayatn.
  2. Gendang Panjang : Gendang panjang terbagi menjadi 2 jenis, yaitu gendang dengan satu membran dan gendang dua membran.
    1. Gendang panjang satu membran berukuran sekitar 110cm dan diameter 16cm sampai 22cm. Cara memainkannya ditabuh dua tangan dengan posisi miring dan ditempatkan di sebelah kiri atau kanan badan pemain. Bagian tengah Tuma mempunyai lingkar lebih kecil dibanding bagian atas agar suara yang dihasilkan lebih nyaring. Pada bagian ujung diberi tali untuk dikaitkan di kaki pemian agar alat musik ini tidak bergeser ke belakang ketika dimainkan. Kulit diikat dengan rotan dan diberi pasak untuk mengencangkan membrannya. Karakter suara yang sihasilkan high tone. Contohnya seperti Tuma dalam ensambel musik Dayak Kanayatn. Nama lain Tuma disebut juga dengan Ketubung atau Katubong dalam masyarakat Dayak secara umum di Kalimantan Barat. Penyebutan nama Ketubung atau Katubong lebih banyak digunakan mulai daerah Sanggau hingga Kapuas Hulu. 
    2. Gendang panjang dua membran bentuknya besar di bagian tengah sedang bagian membran sedikit lebih kecil. Gendang ini dimainkan dengan cara ditabuh menggunakan dua tangan dan ditempatkan dengan posisi melintang didepan pemainnya. Pada bagian tengah diberi lubang kecil agar sirkulasi udara bisa keluar dan bunyi terdengar lebih nyaring. Panjang alat musik ini berkisar 60cm sampai 120cm dengan diameter 20cm sampai 28cm. Pada beberapa masyarakat Dayak terdapat juga Ganang dua membran yang tidak sama besarnya, artinya salah satu sisi lebih besar dari sisi lainnya.Contoh gendang dua membran adalah Ganang dalam ensambel musik Dayak Kanayatn
      Gendang Silat yang banyak digunakan masyarakat Dayak sebenarnya Ganang. Bedanya ganang yang dimainkan dalam ensambel iringan lagu dan tari dimainkan dua orang dengan pola sincopasi (induk dan anak), sedangkan gendang silat kebanyakan dimainkan satu orang. Kalaupun gendang silat dimainkan dua orang, namun pola tabuh yang dibawakan kebanyakan sama.
  3. Gendang Besar : gendang besar panjangnya kurang lebih 120cm sampai 150cm dengan diameter berkisar 40cm sampai 60cm. Kulit yang digunakan untuk membrane adalah kulit sapi agar kuat ketika dimainkan. Cara memainkannya ditabuh dua tangan menggunakan stick kayu. Membran tidak diikat menggunakan rotan, melainkan diberi pengait besi untuk mengencangkannya. Bentuk kubeh kebanyakan lurus, namun ada juga bagian bawah berdiameter lebih kecil dari bagian atas agar suara yang dihasilkan lebih nyaring dan lebih bulat. Karakter suara yang dihasilkan low tone. Contohnya seperti KUbeh dalam ensambel musik Dayak kanayatn.
Nama Gendang pada semua budaya musik Dayak di Kalimantan Barat berbeda-beda, namun bentuk, cara memainkan, dan fungsinya sama. Hal ini disebabkan karena perbedaan bahasa yang akhirnya menimbulkan perbedaan dalam penyebutan. Artinya tidak ada nama khusus secara global untuk satu alat musik Dayak. Misalnya sebutan Tuma di Dayak Kanayatn, sedangkan suku Dayak diluar itu menyebutnya Katubung. Contoh lain seperti Dau (mirip kenong jawa) di Dayak Kanayatn sedang suku lain menyebutnya Kanong, Galentang, dan lain sebagainya.
Demikian penjelasan gendang Dayakdi Kalimantan Barat. Kemungkinan masih ada gendang Dayak yang belum tercatat dan saya harap beberapa teman-teman dapat melengkapinya dengan meninggalkan komentar dibagian bawah artikel ini. Dapat juga memberikan masukan dengan mengirimkan email ke mbahdinan86@gmail.com. Terima kasih dan Semoga bermanfaat bagi semua.



Mau beli alat musik Dayak Kalimantan Barat?
hubungi admin di +62 898 8566 886
Comment Policy : Silahkan tulis komentar Anda sesuai topik artikel ini. Komentar berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui. Terima kasih

Buka Komentar Tutup Komentar

Disqus Comments