Blog Mbah Dinan

Bersetubuh dengan Karya Seni

Ketika seorang seniman bersetubuh dengan kreatifitas, ada beberapa hal yang perlu dikaji ulang, yaitu kepada siapa karya seni itu akan diapresiasikan dan siapa yang bertanggung jawab memberi apresiasi, menjelaskan makna dan nilai-nilai penting dalam kesenian tersebut? Yang lebih penting lagi, apakah sebuah seni perlu membeberkan sebuah makna dan bagaiman cara membacanya? Sebuah ruang ide yang menyiratkan banyak dilema.



Berkesenian merupakan abstraksi dari ide dan olah kreatifitas seorang seniman. Disamping itu berkesenian merupakan bagian dari pencerahan pengalaman batin menyangkut kehidupan. Suatu tindakan yang cukup arif bila seniman menuangkannya dalam sebuah karya. Namun pada sisi lain kita harus mengakui bahwa karya seni merupakan wadah penyampaian makna atau ide kepada penonton. Sungguh fenomena yang dapat menjebak mati dalam berkarya, lebih parah lagi karya seni hanya penggambaran kerontangnya makna. Tanpa bisa berkata, bisu terbaca angin berlalu.

Kompleksitas kehidupan menjadi sebuah penjabaran zaman dalam menyapih perjalanan anak manusia di muka bumi. Begitu pula dengan karya seni, muatan-muatan nilai estetis dan simbol-simbol bunyi yang terkadang dikaitkan dengan ide merupakan jalinan kemajemukan, sekaligus rumit untuk ditelaah. belum lagi ketika kita membicarakan makna katika dibaca masyarakat, sebab yang menggantung seniman adanya kenyataan kompleksitas nilai dan ide yang ingin disampaikan. Sedang ide adalah geliat pengalaman hidup seniman.

Pada sisi lain mengemas ide hingga menjadi karya seni merupakan hal yang cukup berat. Terkadang setelah karya itu jadi kita harus berdamai dengan keterbatasan skill, peralatan, bahkan bisa jadi keterbatsan biaya yang membuat kita harus mengalah dan mengadakan peromabakan karya. Inilah yang membuat seniman terkadang tidak dapat mengekspresikan kreatifitas secara penuh. problematika inilah yang terjadi pada proses berkesenian di Kalimantan Barat. Bukan untuk menafikan eksistensi seorang seniman atau mengeluh karena keterbatasan tadi, namun yang perlu dicermati adalah prinsip kita terhadap kemajemukan seni yang berlapis.

Tanpa sadar kita menganggap segala sesuatu berakar pada tradisi sampai untuk membentuk kebudayaan kalbar. Padahal musik tradisi telah membentuk identitasnya masing-masing dan telah kaya dengan sentuhan-sentuhan budaya masyarakat pemiliknya. keadaan ini terjadi pula pada peletakan ide dalam karya. Sebuah karya seni merupakan gabungan pola pembentuknya untuk dapat menggambarkan ide. selain itu bunyi teramat absurd untuk dapat ditafsirkan sebagai ide. Dua masalah ini menjadi muka berbeda dimana seniman harus arif dalam menafsirkannya, sekaligus meletakkannya sebagai bobot karya seni.


Mau beli alat musik Dayak Kalimantan Barat?
hubungi admin di +62 898 8566 886
Comment Policy : Silahkan tulis komentar Anda sesuai topik artikel ini. Komentar berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui. Terima kasih

Buka Komentar Tutup Komentar

Disqus Comments